Monday, June 17, 2013

Dagelan Politik BBM 2013



BBM sebuah kata yang penting bagi bangsa Indonesia sebagai sumber energi. Kenaikan BBM setiap saat selalu menghantui masyarakat kita yang hidupnya dipengaruhi oleh BBM ini. Di dalam ranah politik pun BBM ini sering menjadi alat politik untuk mencari simpati rakyat.

Sedikit kilas balik mengenai peristiwa politik di tahun 2012 dimana pada saat itu terjadi tekanan akan semakin melonjaknya harga minyak dunia sehingga pemerintah merasa perlu menaikkan harga BBM. Tetapi entah bagaimana, dalam UU APBN 2012 ada sebuah pasal yang menyebutkan bahwa jika harga BBM berubah harus melalui mekanisme persetujuan DPR, padahal Indonesia menganut sistem presidensial dimana keputusan berada di tangan presiden selaku kepala pemerintahan. Dan pada saat itu disaat pemerintah ingin menaikkan harga jual BBM, maka terjadilah peristiwa politik yang berlarut-larut di DPR, hingga akhirnya pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM.

Di tahun 2013 angin kebijakan politik berubah, dalam UU APBN 2013 tidak ada lagi pasal “setan” yang menyebutkan bahwa keputusan harga BBM harus melalui persetujuan DPR. Artinya pemerintah dapet leluasa melakukan kebijakan harga BBM. Akan tetapi akhirnya terjadi lagi peristiwa politik seperti di tahun 2012. Lho bukannya sudah diberikan wewenang kepada pemerintah soal BBM oleh DPR di tahun 2013 ini?

Rupanya ada hal lain yang di inginkan pemerintah dengan rencananya menaikkan harga BBM, yaitu dengan diberikannya Bantuan Langsung Tunai Sementara kepada Masyarakat Miskin(BLSM) atau sering diplesetkan sebagai BALSEM, kalau dulu namanya BLT. Nah rencananya BALSEM ini akan diberikan hingga akhir tahun 2013 sebagai kompensasi kenaikan harga BBM kepada masyarakat ekonomi lemah.

Otomatis dengan adanya program baru bernama BALSEM ini membutuhkan perubahan APBN 2013, dan menurut undang-undang, setiap perubahan porsi anggaran dalam APBN harus melalui persetujuan DPR. Maka terjadilah peristiwa politik ini,  dimana partai-partai yang duduk di DPR mulai bermanuver di media massa hingga spanduk untuk mendapatkan simpati rakyat dengan berbagai argumennya.

Hingga diagendakanlah sidang Paripurna DPR Tanggal 17 Juni 2013 mengenai perubahan porsi APBN 2013, sedangkan dikalangan media dan masyarakat luas, sidang ini dianggap menentukan naik atau tidaknya harga BBM. Padahal sebenarnya proses politik ini hanya menentukan apakah APBN perubahan dengan tambahan program BALSEM ini diterima atau tidak oleh DPR.

Kesimpulannya Parpol berteriak menolak kenaikan harga BBM di ruangan sidang tak akan mempengaruhi harga BBM yang akan ditetapkan pemerintah. Karena opsi yang ditawarkan pada sidang paripurna hanyalah perubahan APBN yang isinya mengesahkan program BALSEM. Tapi jika opsi yang ditawarkan adalah merubah APBN dengan menambah pasal seperti di APBN 2012 yang menyatakan kenaikan harga BBM di tangan DPR maka akan berpengaruh terhadap perubahan harga BBM, resikonya dipastikan proses politiknya akan berjalan berlarut-larut dan tidak akan selesai. Jadi sidang paripurna tadi bukanlah menentukan BBM naik atau tidak, tapi menentukan BALSEM diterima atau tidak. Kalaupun anggota dewan yang terhormat berteriak tolak kenaikan BBM, anggap saja sebuah dagelan hehehe.

Sunday, March 31, 2013

Panasonic Gobel Awards 16 Versi Gw

Baru aja pengumuman Pemenang Panasonic Gobel Awards. banyak kontoversi dimana-mana.
kali ini gw mau ngasih Pendapat mengenai pilihan gw di PGA. soalnya kategorinya banyak.. mahal kalo kudu SMS satu persatu hehe. Langsung Aja..

Program Acara :
- Drama Seri : ga demen sinetron jadi disini gak ada pilihan
- Kuis & Game Show : Acara Favorite gw Ranking 1 gak masuk, jadi ga milih deh.
- Infotaintment :  No choice.
- Musik : Gw Pilih Mega Konser
- Variety Show : No Choice
- Reality Show : Amazing Race Indonesia(Ngimpi). Pengabdian aja lah.
- Komedi : ga masuk kategori nih Stand Up Comedy sama Malam Minggu Miko. OVJ aja deh.
- Talkshow Berita dan Informasi : Indonesia Lawyers Club(ILC)
- Talkshow Hiburan : Hitam Putih
- Pertandingan Olahraga : Pengennya sih Liga Inggris. Dari Nominasi pilih Kualifikasi AFC Cup
- Jurnal dan Berita Olahraga : One Stop Football
- Anak-anak : Cita-citaku
- Majalah Berita : Metro Highlights
- Investigasi : Telusur
- Hobby dan gaya hidup : Ethnic Runway
- Pencarian Bakat : Masterchef Indonesia Seasons 2
- FTV : No Choice
- Berita : Salam Dari Desa

Individu :
- Aktor : ini mungkin lebih ke sinetron, tapi gw nilainya dari Film aja. Pilih Vino G Bastian.
- Aktris : Bunga Citra Lestari. liatnya juga dari film Ainun hehe
- Bintang Cilik : No choice but Baim deh
- Presenter Kuis/GameShow : Helmy Yahya donk
- Presenter Infotaintment : No Choice
- Presenter Music : No choice
- Presenter Berita dan Informasi : Najwa Shihab
- Presenter Talkshow Berita dan Informasi : Karni Ilyas
- Presenter Talkshow Hiburan : Dedy Corbuzier
- Presenter Talentshow : Ananda Omesh
- Presenter Reality Show : Phil Keoghan(ngaco) Vincent Rompies
- Presenter Olahraga : Tribute for Ricky Jo
- Presenter Hobi dan Gaya Hidup : Bondan Winarno. Maknyuss Top Markotop
- Komedian : Raditya Dika eh ga ada ya.. pilih Sule bukan maho

Wednesday, January 23, 2013

Banjir Besar Jakarta 2013, Salah Siapa?



Siklus Banjir besar 5 tahunan kembali melanda Ibukota negara ini, berbagai upaya dilakukan untuk mencegah banjir yang konon sudah sering terjadi sejak zaman penjajahan Belanda dahulu kala Dimana Jakarta masih bernama Batavia, lalu apa sebenarnya yang menjadi penyebab banjir di Jakarta ini dan darimana air penyebab banjir itu berasal?. Masih ingat siklus hidrologi? siklus hidrologi ini pernah dipelajari di mata pelajaran geografi di SMP atau SMA Dimana air laut yang mengalami evaporasi(penguapan) dibawa awan ke daerah daratan hingga pegunungan dan di daratan itulah air hasil evaporasi diturunkan melalui hujan. Air hujan tersebut secara ilmiah sebagian besar mengalami infiltrasi(menyerap ke tanah) sebanyak 85 % dan sisanya melalui permukaan tanah berupa saluran air dari gorong-gorong hingga sungai sebanyak 15 %. Baik air yang menyerap ke tanah maupun melalui permukaan tanah berupa saluran air, keduanya akan kembali ke laut. Akan tetapi air yang melalui permukaan akan lebih cepat sampai laut dan air yang menyerap ke tanah secara pelan-pelan berjalan ke laut melalui bawah tanah dan selama musim kemarau manusia dapat memanfaatkan air bawah tanah ini. Dari siklus hidrologi tersebut kita dapat mengetahui apa penyebab banjir di Jakarta mulai dari Hulu di daerah Bogor, hingga hilir di teluk Jakarta.

Daerah hulu kawasan Bopuncur
Kawasan Bopuncur(Bogor, Puncak, Cianjur) ini mempunyai peranan sangat vital dalam bagian siklus hidrologi sebagai wilayah untuk penyerapan air hujan dan juga merupakan hulu sungai Ciliwung yang merupakan sungai terbesar yang melalui Jakarta. Sayang sekali kondisi wilayah ini semakin hari semakin kritis, di daerah Puncak saat ini telah berubah dari hutan daerah pegunungan menjadi hutan beton dimana vila-villa, taman rekreasi, perkebunan semakin banyak sehingga daerah tangkapan hujan dan daya serap tanah terhadap air semakin rendah dan dampaknya air hujan yang turun di daerah tersebut langsung melimpas melalui saluran air dan sungai.

Daerah Aliran Sungai (DAS)
Setelah rusaknya lingkungan di kawasan hulu, Daerah Aliran Sungai (DAS) mempunyai peranan penting dalam siklus hidrologi, dimana limpahan air yang tidak dapat menyerap ke tanah akan melalui sungai. Saat ini DAS Ciliwung juga mengalami kerusakan yang diakibatkan oleh ulah manusia juga, mulai dari pendangkalan, penyempitan, hingga pencemaran air sungai. DAS Ciliwung ini tidak mempunyai kendali semacam waduk atau bendungan, memang ada bendungan Katulampa yang dibangun sejak zaman Belanda, tapi bendungan ini tidak mempunyai fungsi sebagai pengendali air, bendungan ini digunakan hanya untuk memantau kondisi debit air yang melalui Ciliwung agar masyarakat di DAS Ciliwung mulai dari Bogor hingga Jakarta waspada akan adanya potensi banjir yang diakibatkan besarnya volume air yang melalui sungai Ciliwung.

Secara alamiah sungai itu seharusnya semakin ke hilir semakin lebar dan dalam, akan tetapi sungai Ciliwung semakin ke daerah hilir justru semakin menyempit, hal ini diakibatkan adanya pembangunan rumah-rumah di bantaran kali Ciliwung yang sulit untuk ditertibkan ditambah rumah di bantaran kali tersebut membuang sampah di sungai makin rumitlah persoalan, sudah sungai semakin sempit, adanya sedimentasi lumpur, ditambah lagi adanya sumbatan sampah yang memenuhi sungai yang mengakibatkan aliran air terhambat, imbasnya kembali kepada penduduk yang mempunyai rumah di bantaran sungai Ciliwung akan sering dilanda banjir setiap hujan. Selain harus di keruk dan diperlebar, seharusnya Ciliwung ini mempunyai pengendali di daerah alirannya seperti waduk untuk menjadi penampungan air sementara jika terjadi banjir sehingga air tidak langsung mengalir ke Jakarta dan waduk tersebut dapat menjadi sumber air disaat musim kemarau, rencananya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan bekerja sama membangun waduk di daerah Ciawi, Bogor sebagai pengendali banjir, semoga saja pembangunan waduk tersebut bisa terwujud.

Kanal Banjir Barat
Sejak Tahun 1920 Jakarta sudah mempunyai kanal banjir yaitu kanal Banjir Barat yang membentang dari Manggarai ke arah barat melewati Pasar Rumput sampai Pluit, kanal banjir ini merupakan ide Pemerintah Kota Batavia yang mempunyai fungsi membagi air sungai Ciliwung di pintu air Manggarai agar tidak melalui pusat kota, sehingga wilayah Jakarta Pusat sekarang seperti Istana Negara, Mesjid Istiqlal tidak mengalami banjir, Pembangunan kanal banjir ini awalnya cukup efektif untuk mengurangi beban sungai Ciliwung yang besar, akan tetapi dalam siklus banjir besar 5 tahunan tetap saja kanal Banjir Barat ini tidak dapat menampung derasnya air sungai Ciliwung sehingga pintu air ke arah Ciliwung lama yang melalui Istana Negara harus dibuka sehingga Presiden harus ikut berbanjir ria di istana. Sementara muara Kanal Banjir Barat ini di daerah peluit dibagi lagi pada tahun 1983 dengan dibangunnya Cengkareng Drain untuk membantu aliran air dari Kanal Banjir Barat menuju laut, karena muara Kanal Banjir Barat yaitu waduk Pluit sudah tidak cukup menampung luapan air dari Kanal Banjir Barat. Perlu kita ketahui bahwa sebagian wilayah Jakarta berada di bawah permukaan air laut sehingga air sungai maupun air dari kanal sulit untuk menuju laut, di Pluit  dibangun waduk dengan pompa air raksasa untuk menyedot air dari waduk menuju laut. Di Banjir besar tahun 2013 ini Pluit merupakan daerah terparah yang tergenang air dan sulit untuk surut, hal ini di akibatkan oleh matinya listrik sehingga pompa raksasa di waduk Pluit tidak dapat berfungsi untuk menyedot air dari waduk, sedangkan faktor lainnya adalah maraknya reklamasi pantai di daerah tersebut seperti di Pantai indah Kapuk dimana tanah reklamasi tersebut lebih tinggi daripada daratan, sehingga aliran air menuju laut sulit untuk menuju laut . Untuk penyebab tenggelamnya jantung Kota Jakarta di daerah Bundaran HI hingga peristiwa Basement UOB Plaza, hal ini disebabkan oleh jebolnya tanggul Kanal Banjir Barat di daerah Jalan Latuharhary, sehingga air dari Kanal Banjir Barat yang deras masuk ke Basement Plaza UOB dan menggenangi kawasan Jalan MH. Thamrin dan Bundaran HI.

Kanal Banjir Timur
Kanal Banjir Timur ini baru saja selesai tahun 2010 oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan pembebasan lahannya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta , kanal banjir ini merupakan ide turunan Belanda dulu dimana ada Kanal Banjir Barat dan Kanal Banjir Timur yang melalui pinggiran Kota Jakarta. Kanal Banjir Timur saat ini membentang dari daerah Cipinang hingga daerah Marunda, Jakarta Utara. Walau sudah selesai, Kanal Banjir Timur ini belum efektif digunakan, hal ini dikarenakan belum terhubungnya Kanal Banjir Timur dengan sungai Ciliwung dan belum dibangunnya Waduk di daerah Marunda, Jakarta Utara. Sedangkan Pemerintah Pusat saat ini sedang membuat rencana sudetan Ciliwung ke Banjir Kanal Timur di daerah Cipinang dengan bentuk terowongan air sepanjang 2,5 Km untuk mengatasi meluapnya air sungai Ciliwung.

Daya Serap Air di Jakarta
Jika melihat dari foto udara, wilayah Jakarta penuh dengan bangunan-bangunan, naik itu gedung perkantoran, apartemen, pemukiman penduduk, pabrik,dan pusat perbelanjaan. Sangat minim sekali tempat atau ruang terbuka hijau yang mempunyai fungsi sebagai penyerap air hujan ke dalam tanah. Jika kita perhatikan nama-nama daerah di Jakarta, banyak sekali daerah yang berawalan dengan nama Rawa, memang benar sekali daerah itu dahulunya rawa, danau atau situ yang diperuntukkan untuk menyerap dan menampung air hujan di Jakarta. Proyeksi pemerintah akan kebutuhan ruang terbuka hijau di Jakarta semakin menurun, di era orde lama di proyeksikan ruang terbuka hijau sebesar 38 %, era orde baru 28 % dan era Reformasi semakin menurun menjadi 13 %, sedangkan ruang terbuka hijau di Jakarta saat ini berkisar antara 3-5 % dan itupun semakin menyusut. Beberapa daerah ruang terbuka hijau yang telah berubah fungsi contohnya adalah di kawasan Senayan, kawasan tersebut diperuntukkan untuk arena olah raga dan ruang terbuka hijau, tapi saat ini disekitarnya dibangun beberapa gedung, mulai dari pusat perbelanjaan Senayan City, FX, Ratu Plaza, hingga hotel Sultan, Mulia, Century Park. Di daerah Grogol yang dulunya merupakan rawa untuk menampung air dari Kali Grogol kini sudah berfungsi menjadi pusat perbelanjaan Mall Taman Anggrek, Central Park, Ciputra, Seasons City. Belum lagi di wilayah Kelapa Gading yang dulunya merupakan rawa yang bermuara di Danau Sunter sudah berubah menjadi perumahan mewah dan pusat perbelanjaan. Tidak mungkin untuk menghancurkan bangunan-bangunan tersebut  dan merubahnya menjadi ruang terbuka hijau kembali, selain efek ekonomi, efek hukum pun akan rumit karena bangunan-bangunan tersebut sudah mempunyai izin sebagai kekuatan hukum tetap.

Solusi untuk mengatasi minimnya daerah penyerapan air ke tanah di Jakarta adalah menggalakan sumur serapan. Sumur serapan atau biopori ini berfungsi untuk menyerap air hujan sehingga air hujan yang jatuh di atap rumah atau gedung tidak melimpas langsung ke saluran air tapi masuk ke dalam sumur serapan, di musim kemarau warga pun tidak akan kesulitan air karena cadangan air tanah Jakarta akan terjaga.

Kesimpulan
Penyebab banjir Jakarta selama ini lebih dikarenakan oleh manusianya sendiri, mulai dari membangun vila-villa di kawasan hulu sebagai tempat peristirahatan, membangun rumah di bantaran sungai, pembangunan yang tidak pro lingkungan, pelanggaran akan tata kota yang justru dilakukan oleh pemerintah. Solusi utama dalam masalah banjir ini adalah kembalikan alam yang lestari, tuhan selalu seimbang dalam menciptakan alam bagi kehidupan manusia, disaat keseimbangan alam rusak maka alam akan murka kepada yang merusaknya.  Rencana pembangunan infrastruktur banjir seperti Deep Tunnel, Kanal Banjir, waduk, dan lainnya tidak akan efektif tanpa dibarengi dengan upaya mengembalikan kelestarian alam mulai mengembalikan fungsi alam di kawasan hulu dengan menertibkan vila-villa di daerah tersebut, mengeruk dan memperlebar daerah aliran sungai Ciliwung yang sedimentasinya tinggi baik oleh lumpur maupun sampah, untuk sampah ini ada kaitannya dengan adanya pemukiman di bantaran kali yang sering kali membuang sampah dikali bagai tong sampah raksasa, pemukiman di bantaran kali ini harus ditertibkan dan diberikan fasilitas pembuangan sampah yang memadai seperti bak sampah, dan sampah tersebut harus rutin diangkut untuk menghindari penumpukan sampah. Meningkatkan lahan terbuka hijau sebagai tempat penyerapan air dan penggalakan program sumur serapan, serta tertib kepada tata ruang yang sudah ditetapkan dengan pembangunan yang berwawasan lingkungan.

Wednesday, October 24, 2012

Tips dan Trik Menghemat Baterai Android

Handphone Android adalah handphone yang pintar. Dan, tak heran jika banyak orang yang menjejali handphone tersebut dengan berbagai aplikasi. Namun, apakah langkah tersebut benar-benar membuat handphone pintar tersebut semakin pintar? Jawabannya adalah tidak. Kenapa?

Yang pertama, handphone Android dilengkapi dengan baterai yang terbatas. Dan, oleh karena itu pemakaian handphone tersebut pun terbatasi oleh kinerja baterai tersebut. Cara menanggulanginya adalah dengan mengoptimalisasi kinerja handphone Android Anda. Caranya bagaimana? Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa Anda ikuti:


  1. Pengisian baterai sebaiknya dilakukan jika kondisi baterai sudah di ambang batas, biasanya di bawah 10 persen. Selain itu, Anda juga harus memastikan bahwa pengisian baterai dihentikan kala sudah mencapai kapasitas 100 persen.
  2. Sebagai langkah penghematan, Anda bisa saja menonaktifkan fitur getar. Caranya pun mudah, cukup mengilankan tanda cek pada item Vibrate di Settings > Sound.
  3. Mematikan Automatic Brightness. Kenapa? Karena fitur ini akan mengurangi kerja prosesor.
  4. Jangan memakai live wallpaper. Live wallpaper merupakan sebuah aplikasi yang berjalan di background. Oleh karena itu, aplikasi ini tentu saja memerlukan kinerja prosesor dan memori.
  5. Kurangi pemasangan widget pada layar home Android. Widget yang terlalu banyak akan semakin memperbesar porsi kerja prosesor dan memori.
  6. Jika tidak diperlukan, Anda bisa mematikan layanan lokasi yang menggunakan GPS. Caranya pun mudah, Anda tinggal menuju Settings > Location atau Settings > Location Services.
  7. Kurangi pemakaian jaringan 3G. Karena aktivitas tersebut membutuhkan energi yang cukup banyak. Jadi, jika di sekitar Anda terdapat hotspot, ada baiknya Anda memanfaatkan layanan tersebut.
  8. Batasi jumlah sinkronisasi. Semakin banyak sinkronisasi, maka makin sering koneksi yang dibutuhkan. Cara mematikannya Anda bisa masuk ke Settings > Account & sync dan menghilangkan tanda cek pada Background data dan Auto-sync.
Sumber : http://www.beritateknologi.com/8-cara-untuk-mengoptimalkan-handphone-android/

Sunday, July 08, 2012

Jakarta Memilih

Tanggal 11 Juli 2012 Penduduk Jakarta akan memilih pemimpin Kotanya. Ibukota Republik Indonesia yang mempunya segudang masalah dan segudang masa depan bagi penduduknya maupun pendatang dari penjuru Indonesia. Saya mencoba untuk melihat kelebihan-kekurangan calon-calon pemimpin Ibukota Negara kita ini secara objektif.

1.        Fauzi Bowo(Foke) – Nachrowi Ramli (Nara)

Kelebihan : Secara Personal. Pengalaman dan Intelektual Foke yang bergelar Doktor Tata Kota lulusan Jerman dan Birokrat Pemerintah DKI Jakarta selama bertahun-tahun sangat menjanjikan, sementara Nara sendiri mempunyai dukungan banyak Ormas di Jakarta yang kuat dan juga Partai Demokrat, kemungkinan cerai ditengah jalan seperti Foke-Prijanto bisa dibilang kecil.

Kekurangan : Pretasinya selama memimpin jakarta 2007-2012 minim, pembangunan pusat perbelanjaan dan ekonomi yang menggila dimasa pemerintahannya tanpa disertai sistem transportasi massal yang terpadu membuat kemacetan semakin menghiasi keseharian warga Jakarta. Yang lainnya silakan anda nilai sendiri kinerja Foke selama menjabat Gubernur DKI Jakarta Periode 2007-2012, dan masalah yang dirasakan sampai sekarang bagaimana?

Peluang Politik : Peluang Foke-Nara untuk terpilih menjadi DKI 1 sangat besar, pasangan ini mempunyai sumber daya dukungan kuat dari PNS DKI Jakarta, Ormas-ormas di Jakarta dipegang pasangan ini dan bisa menjadi mesin politik untuk memenangkan Pilkada DKI. Bahkan pasangan ini sesumbar bisa menang 1 putaran, dan menurut saya itu realistis melihat kelompok suara pendukungnya yang besar dibandingkan kelompok suara lain yang terpecah-pecah dengan pasangan calon lainnya.

2.        Hendardji Soepandji – Ahmad Riza Patria

Kelebihan : Sebagai Purnawirawan TNI beliau mempunyai sikap yang tegas dan berani dalam menghadapi berbagai problema Ibukota. Dan Jakarta butuh pemimpin seperti ini. Melihat jejak Sutiyoso juga purnawirawan TNI yang berani membuat busway walau di protes supir-supir mikrolet dan angkutan kota, sampai meruntuhkan Stadion Menteng hingga bisa dinikmati hingga sekarang, selain itu pasangan ini berasal dari jalur Independen yang bersih dari kebusukan politik dan intervensi.

Kekurangan : dari berbagai debat dan dialog yang saya simak, pasangan ini menurut saya masih belum mempunyai konsep yang kongkret dibandingkan pasangan lain. Dan pasangan ini tidak begitu dikenal oleh masyarakat, saya sendiri baru mengenalnya waktu pasangan ini akan mendaftar di KPU DKI Jakarta

Peluang Politik : Dibandingkan calon lain, Pasangan ini tingkat elektabilitasnya menurut saya terendah, kurang mempunyai mesin politik yang mumpuni, akan tetapi saya akui slogan Jakarta tidak berkumis(Berantakan, Kumuh, dan Miskin) dalam melawan calon incumbent cukup membuat masyarakat melirik dan mengenalnya.


3.        Joko Widodo(Jokowi) – Basuki Tjahaja Purnama(Ahok)

Kelebihan : Secara personal, pasangan ini baik Jokowi maupun Ahok sudah membuktikan prestasinya sewaktu memimpin di daerahnya masing-masing. Untuk Jokowi beliau malah sudah masuk kedalam nominasi 5 besar Walikota terbaik Dunia dan berbagai penghargaan dari media maupun pemerintah pusat. Pasangan ini sudah membuktikan didaerahnya dulu mensejahterakan rakyat kecil, meningkatkan ekonomi kerakyatan. Ingin melihat kelebihan lainnya? Silakan berkunjung ke Solo atau Manggar, lihat dan berbincanglah dengar warga disana.

Kekurangan : Walaupun didukung oleh 2 Partai besar PDI-P dan Gerindra,partai yang mengusungnya ini mempunyai kekuasaan yang tidak begitu besar di Jakarta. Seringkali faktor politik bisa menghambat tugasnya  jika terpilih sebagai Gubernur. Permasalahan Jakarta ini multi sektoral. Banjir, macet, urbanisasi ini harus melalui kerjasama dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah disekitarnya, sedangkan peta politik di Jakarta dengan Jawa Barat dan Banten tidak begitu harmonis.

Peluang Politik : Dengan prestasi yang diperoleh oleh pasangan ini di daerahnya sewaktu menjabat kepala daerah dan pencitraan yang dilakukan, membuat pasangan ini mempunyai kans besar untuk memenangkan panggung pilkada DKI Jakarta 2012, minimal lolos ke putaran 2, walaupun mesin politik yang digunakannya tidak begitu kuat apalagi beberapa partai pendukung lari ke pasangan no.1

4.    Hidayat Nurwahid(HNW) – Didik Rubini (Didik)

Kelebihan  : HNW bukan anak kemarin sore, beliau sudah malang melintang di dunia politik nasional, Walau asli Klaten, beliau sudah 20 tahun tinggal di Jakarta. Sosoknya di masyarakat terkenal bersih, santun dan disegani. Mempunyai mesin politik yang kuat di Jakarta yaitu PKS. PKS tahun 2004 memenangi Pemilu 2004 dan Runner-Up di 2009, kekuatan politik ini tentunya tidak bisa dipandang remeh. Mempunyai kekuatan untuk memperbaiki masalah yang bersifat multisektoral, Gubernur Jawa Barat dan Walikota Depok sama-sama berasal dari PKS, sedikit memudahkan dalam menjalankan tugasnya jika terpilih nanti.

Kekurangan : HNW walau sudah berkecimpung di dunia politik nasional, tetapi pengalamannya di dunia pemerintahan atau birokrasi daerah masih minim, jika terpilih sebagai Gubernur butuh adaptasi lebih lama, karena daerah apalagi birokrasi tentu berbeda dengan politik dan MPR. Selain itu pasangan ini sedikit dipaksakan, terbentuk disaat-saat terakhir pendaftaran calon Gubernur DKI Jakarta oleh KPUD.

Peluang Politik : Dukungan politik dari PKS yang mempunyai simpatisan Loyal dan fanatik menjadi modal besar bagi pasangan ini untuk lolos ke putaran ke-2, walau sebagai Gubernur DKI Jakarta peluangnya sedikit berat karena adanya resistensi terhadap tokoh islam konservatif.

5.        Faisal Basri – Biem T Benjamien

Kelebihan : Faisal Basri saya kenal sebagai ekonom yang cerdas, sederhana, dan rendah hati. Konsep beliau mengenai DKI Jakarta benar-benar sudah matang dan saya melihatnya sudah jauh-jauh hari mendeklarasikan diri bersama pasangannya Biem Benjamien dari jalur Independen tanpa harus kelabakan membuat deal-deal politik untuk koalisi, saya menilai pasangan ini sangat siap dalam memimpin Jakarta.

Kekurangan : Pemimpin dan akademisi itu sangat berbeda, banyak sekali akademisi yang kesulitan mengimplementasikan ide-idenya dilapangan, selama menjadi ekonom pun prestasinya tidak begitu menonjol, faktor politik Independen tanpa dukungan partai manapun bisa jadi menjadi suatu hambatan juga dalam menjalankan programnya apabila terpilih sebagai gubernur DKI Jakarta.

Peluang Politik : Walau datang dari jalur Independen tanpa dukungan partai politik, pasangan ini mempunyai peluang besar terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta. Kalangan menengah yang jumlahnya cukup besar yang terdiri dari pemilih rasional, kaum intelektual, atau swing voters akan mengalokasikan suaranya untuk pasangan ini.

6.        Alex Noerdin – Nono Sampono

Kelebihan : Latar belakang Alex Nurdin sejajar dengan Foke yang merupakan Doktor Ahli Tata Kota dan pengalamannya di ranah birokrasi yang sangat mumpuni. Pretasinya sewaktu menjabat sebagai Bupati Musi Banyuasin selama dua periode cukup mentereng, juga Prestasinya dalam membangun Provinsi Sumatera Selatan dan menyukseskan gelaran Sea Games 2011 di Palembang patut diacungi jempol, bahkan pasangan ini optimistis dengan mempunyai slogan “3 Tahun Bisa”.

Kekurangan : sebelum mencalonkan diri sebagai  Gubernur DKI Jakarta dari partai Golkar, beliau seringkali diperiksa KPK sebagai saksi atas keterlibatannya dalam pembangunan, sarana dan prasarana Sea games 2011, selain itu beliau juga di indikasikan korupsi APBD kabupaten Musi Banyuasin sewaktu beliau menjabat sebagai Bupati.

Peluang Politik : Kasus yang menimpa Alex Noerdin dalam Proyek Sea Games 2011 di Palembang bisa menjadi sebagai batu sandungannya dalam proses Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Tapi pasangan ini bisa saja mengejutkan publik dengan terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta karena beliau mempunyai mesin Politik Golkar yang kuat.



Itulah sedikit coretan dari saya mengenai calon Gubernur DKI Jakarta, ibukota Negara Republik Indonesia. Saya bukan penduduk Jakarta,  tapi saya seringkali datang ke Jakarta.  Sebagai Ibukota, Jakarta adalah role model Indonesia, baik secara politik demokrasi maupun pembangunan kota. Jika Jakarta baik maka daerah lain di Indonesia akan terpacu dan mencontoh Jakarta. Saya banyak melihat contohnya sewaktu Jakarta mempunyai Busway, daerah lain mengikutinya, seperti di Yogyakarta ada trans Jogja, Bandung dengan Trans Metro Bandung(gagal), Trans Musi di Palembang,Trans Pakuan di Bogor dan kota-kota lainnya.